CARANECOM

Caranecom is a Informative Blogging, place of Information and Learning

Showing posts with label Project. Show all posts
Showing posts with label Project. Show all posts

Contoh Rumus Perhitungan Koefisien Tenaga Kerja


Koefisien Tenaga Kerja
Penggunaan tenaga kerja untuk mendapatkan koefisien tenaga kerja dalam satuan jam orang per satuan pengukuran (m¹, m², m³, ton, dan lain-lain).

Berikut ini rumus yang umum digunakan untuk menentukan koefisien tenaga kerja.

Produksi  (m³/hari),
Qt = Tk x Q1
Koefisien tenaga kerja/m³:
(L.01) Pekerja = (Tk x P) / Qt (jam)
(L.02) Tukang = (Tk x Tb) / Qt (jam)
(L.04) Mandor = (Tk x M) / Qt (jam)

Keterangan:
Qt : besar kapasitas produksi alat yang menentukan tenaga kerja(m³/jam);
P   : jumlah pekerja yang diperlukan (orang);
Tb : jumlah tukang batu yang diperlukan (orang);
TK: jumlah jam kerja per hari (7 jam);
M  : jumlah mandor yang diperlukan (orang).

Contoh analisis untuk menentukan koefisien tenaga kerja diperlihatkan seperti
contoh dalam Bagian III, Bidang Bina Marga, Lampiran E sampai dengan
Lampiran L.

Baca : Contoh Form data Curah Hujan Pek. Project Konstruksi

Standard Acuan AHSP (Analisa Harga Satuan Pekerjaan) sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 01 tahun 2022 disertai file Download format Pdf kunjungi link dibawah ini :

Standar Acuan AHSP Permen PUPR No. 01 Tahun 2022

 

METODE PENGUKURAN DAN PASANGAN BOWPLANK DI PROYEK

Salam Caranecom,

Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan dilapangan perusahaan terlebih dahulu akan melaksanakan pengukuran revisi uitzet situasi dan penampang penyesuaian gambar desain pelaksanaan yang berpedoman pada titik tetap yang telah ditentukan oleh Direksi Pekerjaan sebagai dasar Mutual Check awal (MC.0). Penyedia jasa memasang patok tetap, pada tempat yang tidak mudah berubah kedudukannya, serta patok-patok pembantu yang diberi nama dengan ukuran sesuai petunjuk dalam gambar atau sesuai peyunjuk dan arahan Direksi lapangan.

Pemasangan patok-patok tersebut terlebih dahulu telah mendapat persetujuan dari pengawas/Direksi lapangan.

Dokumen atau laporam data ukur wajib diadakan dan diserahkan pada pemberi tugas, dokumen tersebut antara lain :
* Buku data ukur yang telah diperiksa/disetujui
* Gambar hasil uitzet yang asli
* Gambar Revisi desain yang berdasarkan hasil uitzet yang akan menjadi dasar volume dan pelaksanaan diatur/ditetapkan oleh pemilik/pemberi tugas, sebagai dasar Mutual Check awal dan akhir.

Sebelum memulai tahapan metode pengukuran dan pasangan bowplank di lokasi pelaksanaan proyek,
Pelaksana pekerjaan sebagai kontraktor harus mendapat izin untuk memulai pekerjaan setelah uitzet dilaksanakan.

Pekerjaan Pengukura dilakukan untuk mengambil data dan kemudian diwujudkan dalam bentuk gambar yang menandakan keadaan awal lapangan.
 
Didalam pelaksanaan pekerjaan pengukuran ini, pihak kontraktor harus selalu berkoordinasi dengan pihak Direksi pekerjaan mengenai titik-titik referensi dan kemudian didapat titik-titik As Bangunan serta awal dan ujung bangunan nantinya.
Disetiap titik tersebut harus dibuat patok yang kuat dan terlihat oleh setiap pelaksana lapangan.

Setelah didapat data ukur kemudian dibuat gambar yang kemudian melalui gambar tersebut pihak kontraktor dapat melakukan perhitungan MC.0.

Setiap akan memulai pekerjaan proyek baru pasti haruslah terlebih dahulu melakukan pekerjaan pengukuran.
Pekerjaan pengukuran ini dilakukan untuk menentukan dimensi-dimensi pekerjaan dilapangan sesuai gambar kerja.
Selain itu, dengan dilakukannya pengukuran lapangan maka dapat menghitung volume MC.0 pekerjaan.

Pekerjaan Pengukuran ini dilakukan menggunakan alat ukur Theodolite, Waterpass dan atau TS.

Demikian artikel metode pengukuran dan pemasangan bouwplank di proyek ini. semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Terima kasih
Salam Caranecom

Metode & Tahapan Pelaksanaan Pek. Pemancangan Beton

Pekerjaan Pemancangan
1. Umum
Pekerjaan ini terdiri dari penyediaan tiang pancang, pemancangan, penyambungan, pemotongan sesuai dengan persyaratan dalam Gambar Rencana serta uraian dalam spesifikasi ini. Termasuk juga dalam pekerjaan ini adalah penyediaan semua peralatan yang diperlukan balk dalam pembuatan, pemancangan, pemeliharaan tiang-tiang pancang tersebut serta pelaksanaan percobaan pembebanan pemancangan untuk memastikan daya dukung dari tiang-tiang pancang tersebut serta menentukan jumlah dan panjang tiang pancang yang akan dilaksanakan.

2. Metode Pelaksanaan
a. Sepatu Tiang Pancang
Tiang-tiang harus dilengkapi dengan sepatu yang mempunyai sumbu yang sama (coaxial), lancip atau datar, kalau akan dipancang ke dalam atau menembus batuan, batu kerikil, tanah liat dengan batu bulat, dan lain- lain tanah yang mungkin dapat merusak beton pada ujung tiang. Sepatu- sepatu itu dapat dibuat dari baja atau besi tuang.

b. Pengupasan Kepala Tiang Pancang
Beton harus dikupas sampai pada suatu elevasi sehingga beton yang tertinggal akan masuk 50 mm sampai 75 mm ke dalam poer. Untuk tiang -tiang beton bertulang, tulangan penguat tiang yang terbuka harus cukup panjang untuk dilekatkan secara penuh ke dalam poer. Pengupasan dari beton tiang harus dilakukan secara hati-hati untuk mencegah penghancuran atau merusak sisa dari tiang. Setiap beton yang cacat atau retak harus dipotong dan diperbaiki dengan beton baru yang diletakkan dengan tepat pada tempat yang lama.

c. Pemancangan
Tiang-tiang dapat dipancang dengan setiap jenis palu, asalkan tiang tersebut menembus pada kedalaman yang telah ditentukan atau mencapai daya dukung yang telah ditentukan, tanpa kerusakan. Palu, topi baja, bantalan topi dan tiang harus mempunyai sumbu yang sama dan harus duduk dengan tepat satu di atas lainnya. jika pemukulan tiang pancang sampai kedalaman yang ditentukan belum mencapai daya dukung tanah yang disyaratkan, maka harus diteruskan hingga kondisi final set. Berat atau kekuatan palu harus cukup untuk meyakinkan suatu penembusan terakhir tidak lebih dari 5 mm setiap pukulan, kecuali kalau mencapai batuan. Lebih baik menggunakan palu yang paling berat,mudah dan membatasi pukulan, demikian tidak akan merusak tiang. Bilamana memilih ukuran palu, harus diperhatikan apakah tiang akan dipancang pada suatu daya dukung yang telah ditentukan ataukah suatu kedalaman yang telah ditentukan.


Halaman : 1 2

Contoh Data Curah Hujan Untuk Proyek Konstruksi

Data curah hujan dalam pelaksanaan proyek merupakan data pencatatan suatu debit curah hujan dalam masa pelaksanaan pekerjaan berlangsung, hal ini dilakukan guna mengetahui efisiensi waktu pelaksanaan pekerjaan yang sedang dilaksanakan.

Mengingat setiap pelaksanaan pekerjaan konstruksi baik proyek Pemerintah maupun Swasta terdapat deadline waktu yang tertuang dalam jadwal waktu pelaksanaan, dimana fungsi data curah hujan ini perlu dibuat guna menyampaikan data efisiensi waktu yang tidak dapat terpenuhi dikarenakan adanya musim penghujan yang secara tidak langsung menhambat waktu pelaksanaan.

Berikut adalah contoh daftar data curah hujan berformat xls dapat di download pada link dibawah ini :


Data Curah Hujan xls : DOWNLOAD


Pengujian CBR - (California Bearing Ratio) Standard SNI

CBR (California Bearing Ratio) merupakan perbandingan antara beban penetrasi suatu lapisan tanah atau perkerasan terhadap bahan standar dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama. Pedoman dasar untuk pengujian CBR Lapangan diatur dalam SNI 1738-2011 (Cara Uji CBR Lapangan).


Nilai California Bearing Ratio (CBR) adalah bilangan perbandingan (dalam persen) antara tekanan yang diperlukan untuk menembus tanah dengan piston berpenampang bulat seluas 3 inci² dengan kecepatan penetrasi 0,05 inci/menit terhadap tekanan yang diperlukan untuk menembus suatu bahan standard tertentu.

Langkah pengujian CBR laboratorium?
Pengujian CBR Laboratorium dilakukan dengan mencampurkan sampel tanah pada kadar air tertentu (yaitu pada kadar air optimum pada pengujian pemadatan). Sampel tanah yang dicampurkan dipadatkan dengan menggunakan batang penumbuk standar (proctor standard).

Cara perhitungan nilai CBR atau rumus uji CBR terdiri dari hal berikut ini:

Tentukan dahulu berapa beban yang bekerja pada torak/piston.
Lalu hitung tegangan pada setiap kenaikan penetrasinya.
Setelah itu plotkan hasilnya di setiap grafik kemudian buat kurvanya.
Cek kembali apakah kurvanya harus dikoreksi lagi atau tidak, kurva penetrasi ini bisa berbentuk lengkung ke atas sehingga biasanya harus dikoreksi lagi. Titik inisialnya pun bergeser dari titik sebelumnya yaitu titik nol.
Selanjutnya pakai hasil tegangan yang sudah terkoreksi untuk analisa perhitungan yang berikutnya.


Selanjutnya ambil tegangan yang ada pada penetrasi dengan ukuran sekitar 0,2 inchi/5,08 mm serta 0,1inchi/2,54 mm.
Perhitungan CBR yang dilakukan dengan pembagian pada tegangan standar yang ada yaitu 0,71 kg/mm2 (1000 Psi) untuk penetrasi 0,1 inch atau 2,54 mm dan 1,06 kg/mm2 (1500 Psi) untuk penetrasi 0,2 inch atau 5,08 mm.

Nilai daya dukung tanah dasar sangat dipengaruhi dan ditentukan dari nilai CBR pada tanah tersebut. Nilai daya dukung tanah dasar diperoleh melalui Grafik kolerasi DDT dan CBR. Semakin besar nilai CBR tanah dasar pada sebuah konstruksi jalan semakin besar pula Nilai daya dukung tanah dari jalan tersebut.

Pengujian Dynamic Cone Penetrometer (DCP)

Tes DCP atau Dynamic Cone Penetrometer adalah Cara uji ini suatu prosedur yang cepat untuk melaksanakan evaluasi kekuatan tanah dasar dan lapis fondasi jalan, dengan menggunakan Dynamic Cone Penetrometer, (DCP). Cara uji ini juga merupakan cara alternatif jika pengujian CBR lapangan tidak bisa dilakukan.

Untuk mendapatkan data tersebut di atas, telah diperkenalkan alat Penetrasi Konus Dinamis (Dynamic Cone Penetrometer), yaitu suatu alat yang dirancang untuk menguji kekuatan lapisan granular dan tanah dasar perkerasan jalan secara cepat.

Apa saja peralatan yang digunakan dalam melakukan tes DCP ini?
Untuk melakukan DCP test diperlukan beberapa peralatan dan perlengkapan penunjang seperti di bawah ini:

  1. Palu geser dengan berat 8 - 9,7 kg (20lb) dan memiliki tinggi jatuh sebesar 57,5 cm. Palu geser bergerak jatuh sepanjang batang baja dengan diameter 20 mm untuk memberikan tekanan pada landasan. 
  2. Batang utama baja keras dengan diameter 20 mm dan panjang 100 cm yang sudah disambungkan dengan konus yang terbuat dari baja keras dengan sudut 60 derajat atau 30 derajat. Pada batang baja dibuat skala dalam mm untuk setiap ujung konus yang masuk ke dalam tanah. 
  3. Hammer shaft (batang baja keras) berdiameter 20 mm dengan minimal 72 cm digunakan sebagai batang geser.
  4. Alat ukur berupa penggaris dan rol meter dengan panjang 100 cm, dan skala 0,50 cm

Tata cara pengujian DCP (Dynamic Cone Penetrometer)
Menggali permukaan tanah pada lokasi pengujian sampai pada kedalaman dimana pengukuran awal nilai CBR akan dievaluasi. Jika pengujian dilakukan pada badan jalan dengan perkerasan, singkirkan semua bahan perkerasan yang ada.

Letakkan alat DCP secara vertikal, berikan tumbukan awal secukupnya (seating blows), untuk menanamkan ujung kerucut sampai garis tengahnya yang terbesar terletak pada permukaan tanah yang akan diuji.

Pasang alat ukur dalam posisi vertikal, bersebelahan dengan batang penetrasi di permukaan tanah. Gunakan batas landasan pemukul sebagai datum pengukuran.



Lakukan penumbukan dengan palu yang dijatuhkan bebas, ukur dan catat kedalaman penetrasi untuk setiap tumbukan. Pekerjaan dilakukan oleh minimal dua orang.
Apabila jenis tanah yang diuji sangat keras (penetrasi kurang dari kira-kira 0,2 cm/tumbukan), berikan serangkaian tumbukan sebanyak 5 atau 10 kali, kemudian ukur kedalaman penetrasi yang terjadi.
Percobaan dihentikan apabila telah tercapai keadaan seperti berikut ini:

  • Tidak terdapat penurunan berarti untuk 10 tumbukan terakhir berturut-turut. 
  • Kedalaman penetrasi telah mencapai kedalaman/ketebalan lapisan yang hendak dievaluasi. 
  • Batang penetrometer telah masuk seluruhnya ke dalam tanah.

Mengeluarkan alat dari dalam tanah dengan jalan memukulkan palu dengan arah ke atas pada baut pembatas tinggi jatuh (stop nut).

pengecekan setiap kali akan melakukan percobaan, dengan mengatur baut pembatas tinggi jatuh pada posisi yang tepat.


Baca : Standard Acuan AHSP Permen PUPR No 01 Tahun 2022

Standar AHSP & Teknis Bidang UMUM - Permen No 01 Tahun 2022

Daftar Kumpulan Lengkap Analisa Harga Satuan Pekerjaan AHSP Konstruksi
Bidang "U M U M" 

STANDAR ACUAN AHSP PERMEN PUPR NO. 1 TAHUN 2022

AHSP Sesuai Permen PUPR No. 1 Tahun 2022 terdapat pembagian menjadi empat bidang yaitu :
1. Bidang Umum
2. Bidang Cipta Karya
3. Bidang Bina Marga
4. Bidang Sumber Daya Air

Hal ini berbeda dengan Standard AHSP sebelum nya melalui Permen PUPR No. 28 Tahun 2016 dimana semua bidang masuk dalam satu kesatuan sampul, sedangkan pada AHSP terbaru ini juga terdapat banyak perubahan Koefisien yang dihasilkan dari hasil penelitian dan pengujian ulang secara akurat yang dilakukan oleh pihak Balitbang PUPR.


Standard AHSP : Analisa Harga Satuan Pekerjaan No. 01 tahun 2022 merupakan standar referensi dalam menyusun analisa harga,
AHSP digunakan untuk menetapkan langkah-langkah menghitung Harga Satuan Dasar (HSD) :
1. HSD Tenaga Kerja
2. HSD Bahan
3. HSD Peralatan

yang selanjutnya menghitung Harga Satuan Pekerjaan (HSP) sebagai bagian dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dapat digunakan juga untuk menganalisis Harga Perkiraan Perancang (HPP) untuk penanganan pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Harga Satuan Pekerjaan (HSP) terdiri atas biaya langsung dan biaya  tidak langsung. Biaya langsung masing-masing ditentukan sebagai Harga Satuan Dasar (HSD) untuk setiap satuan pengukuran standar, agar hasil rumusan analisis yang diperoleh mencerminkan harga aktual di lapangan.

Biaya tidak langsung dapat ditetapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
HSD yang digunakan harus sesuai dengan data dan asumsi pelaksanaan/penyediaan yang aktual (sesuai dengan kondisi lapangan) dan mempertimbangkan harga setempat.

Semua perhitungan pada AHSP bidang umum, Cipta Karya, Bina Marga dan Sumber Daya Air ini digunakan untuk penanganan pekerjaan meliputi preservasi atau pemeliharaan dan pembangunan atau peningkatan kapasitas kinerja bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yaitu pada sektor Sumber Daya Air, Bina Marga, Cipta Karya dan Perumahan. Pekerjaan dapat dilakukan secara mekanis, semi mekanis dan/atau manual. Pekerjaan yang dilaksanakan secara manual, tersedia tabel koefisien bahan dan koefisien upah.

Untuk pekerjaan yang dilaksanakan secara mekanis dan semi mekanis penetapan koefisien dilakukan melalui proses analisis produktivitas.
Dan dalam AHSP Permen PUPR No. 01 tahun 2022 tersebut juga terdapat beberapa Acuan yang bersifat Normatif yang artinya dasar hitungan satuan koefisien atau kuantitas yang tertuang merupakan hanya sebagai referensi acuan, dimana hal tersebut dapat berubah disesuaikan dengan lingkup, kondisi ataupun situasi tempat pekerjaan dilaksanakan.

Download File AHSP Permen PUPR No. 1 Tahun 2022 dibawah ini :
Lengkap
Download Disini

Atau

Buka Link Daftar AHSP Terbaru Permen PUPR No. 1 Tahun 2022  Disini
Disertai List yang bersifat mudah untuk dilakukan penelusuran

Cara dan Panduan Menggunakan TOTP untuk SPSE 4.4

Fitur TOTP ini digunakan sebagai salah satu peningkatan standar keamanan yang membutuhkan 2 proses verifikasi. Selain menggunakan User ID dan Password, User juga wajib menggunakan Security Code yang di-generate melalui Aplikasi 2FA tersebut. Cara ini terbilang lebih aman serta terjamin keamanannya karena terintegrasi dengan Smartphone pemilik akun. Sehingga kemungkinan akan terjadinya pembajakan akun dapat ditekan seminimal mungkin.
 

Metode Pelaksanaan Pemasangan Pipa Diatas Tanah

Sebelum memulai pelaksanaan Pipa dipesan di pabrik atau Distributor yang telah disetujui dan diperiksa syarat kualifikasinya oleh pemilik pekerjaan. Pipa harus dipasang menurut garis dan ketinggian yang ditentukan dan harus sedekat  mungkin pada dinding, atap, kolom dan bagian struktural lainnya supaya mengambil tempat seminimal mungkin, semua ordinat dan fitting yang diperlukan harus disiapkan. Semua pipa dan alat bantu (fitting) harus dipasang sedemikian sehingga tidak menimbulkan tegangan atau regangan dalam pipa maupun peralatan yang berhubungan karena adanya bagian-bagian yang ditempatkan secara paksa.

Perubahan arah harus dikerjakan dengan memakai alat bantu yang sesuai. Pipa harus sejajar atau tegak lurus dinding kecuali jika ditetapkan lain. Sengkang atau tumpuan sementara harus disediakan untuk menujang pipa pada saat dipasang dan pemasangan pekerjaan pipa harus dilaksanakan dengan hati-hati untuk mencegah terjadinya kerusakan pada pipa atau lapisan pipa ataupun struktur dan pelengkapan yang berdekatan. Sebelum penunjang dan sengkang sementara diangkat maka pir dan penunjang tetap harus sudah terpasang.

Perpipaan harus mempunyai sambungan dalam jumlah cukup untuk memudahkan pengangkatan. Semua perpipaan harus didukung kokoh dengan penggantung, sisipan atau tumpuan yang disetujui dan kemungkinan pengembangan atau penyusutan sudah diperhitungkan. Pipa tidak boleh ditumpukkan pada pipa lain, tangga, anak tangga atau trotoar kecuali jika disetujui oleh Pemilik Pekerjaan dan atau Tim Teknis.

Semua pipa vertikal harus didukung pada tiap lantai atau pada interval-interval yang tidak lebih dari 2 m ke arah pipa, klem, sengkang atau penahan pada dinding, serta pada titik yang lain agar menjamin terciptanya konstruksi yang kaku.

Tiap bagian pipa harus diletakkan dan semua sambungan (disemen, dilas, disekrup) dikerjakan ketika pipa ditumpu oleh penunjang sementara. Setelah sambungan selesai dikerjakan, pipa di klem pada posisi akhirnya. Pengecetan dan pelapisan luar/dalam harus dikerjakan sebagaimana ditentukan.

Metode Pelaksanaan Pengadaan/Pemasangan Meter Air 1/2" & Accesories

Uraian Metode Pelaksanaan
Pengadaan Meter Air Ø 1/2” dan Accesories

a. Pengadaan Meter Air  Ø 1/2” dan Accessories

Mengawali kegiatan pada pekerjaan ini setelah diterimanya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan PCM adalah peninjauan serta mengadakan survey ke pelanggan PDAM yang akan di ganti meter airnya Bersama Tim Konsultan danTim PDAM, setelah diketahui material tambahan sebagai accesories meter air yang dibutuhkan selanjutnya mengadakan hubungan dengan Pabrik atau distributor pembuat/penyalur meteran air sesuai Spesifikasi yang dipersyaratkan untuk pekerjaan ini, antara lain :

  • Body casing Brass : Pembungkus/pelindung ke seluruh register unit sekaligus sebagai yang menentukan ukuran besar aliran terbuat dari Kuningan.
  • Center Gear white shaft : Dudukan magnet center gear
  • Counter shaft : Komponen pengerak gear-gear yang ada pada counter wheel
  • Gear case : Bantalan bawah register gear 1,2,3,4…
  • Glas O Ring : Ring untuk menahan masuknya air dari luar ke dalam register unit
  • Glas Tempered : Kaca penutup register top plate
  • LID : Tutup/pelindung meter terhadap benturan dari luar
  • Lower Casing : Wadah tempat bekerja/berputarnya van wheel oleh aliran air
  • Magnet Bearing : Bantalan center gear white shaft

Proses Pengiriman Meteran Air dan Accessories (setelah dilakukan uji mutu dan accuracy/pembacaan meter yang disaksikan oleh pemilik proyek dan pelaksana, hasil dari uji coba/sample dan garansi/jaminan dari pabrikan/distributor akan diserahkan kepemilik proyek) dari Pabrik/Distributor sampai pembongkaran barang dipelabuhan terdekat dari lokasi epekrjaan kurang lebih 4 minggu, setelah sampai dipelabuhan terdekat meteran air dan accessories diangkut kegudang yang telah disetujui oleh pemilik proyek.

b. Pemasangan Meter Air Ø 1/2” dan Accessories

Sebelum pelaksanaan pemasangan meteran air dikerjakan, pihak pelaksana diharapkan berkoordinasi dengan Pihak PDAM. Item pekerjaan pemasangan meteran air ini terlebih dahulu dilakukan pembongkaran pada meteran air terpasang (meteran air lama), pada pekerjaan pembongkaran ini diharapkan tidak terjadi kerusakan pada pipa dan accessories eksisting.
Pekerjaan pemasangan meteran air yang baru dilaksanakan sesuai konstruksi pemasangan standart sambungan rumah yang diterapkan oleh PDAM, setelah pekerjaan pemasangan selesai dikerjakan, dilakukan pengetesan Kembali meteran air yang baru, dimana akan dilihat accuracy pembacaan meteran tersebut.

Langkah Pelaksanaan Rapat PCM (Pre Constructions Meeting)

Rapat Persiapan pelaksanaan pekerjaan (pre construction meeting) atau yang biasa disingkat PCM merupakan pertemuan yang diselenggarakan oleh unsur-unsur yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan seperti pihak Direksi pekerjaan sebagai unsur koordinator, Direksi teknis sebagai pengawas teknis, konsultan (jika ada) dan Penyedia Jasa sebagai pelaksana pekerjaan, wakil masyarakat/tokoh setempat dan atau instansi terkait guna menyamakan persepsi tehadap seluruh dokumen kontrak dan membuat kesepakatan, serta hal-hal penting yang belum terdapat dalam dokumen kontrakmaupun kemungkinan-kemungkinan kendala yang akan terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan.

Pelaksanaan PCM (pre construction meeting) sebaiknya harus diselenggarakan paling lambat 7 (tujuh) hari sejak diterbitkan SPMK (surat perintah mulai kerja).

Hasil Rapat PCM dituangkan dalam Berita Acara dan ditanda tangani oleh 3 (tiga) unsur yaitu : Pihak Direksi Pekerjaan, Wakil Direksi Pekerjaan dan Penyedia Jasa, karena Rapat Persiapan pekerjaan ini akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen kontrak yang berlaku, adapun hal-hal yang perlu dibahas dalam agenda rapat persiapan konstruksi (PCVM antara lain :
  1. Struktur Organisasi Proyek 
  2. Penyamaan Persepsi tentang pasal-pasal yang tertuang dalam dokumen kontrak 
  3. Usulan-usulan perubahan mengenai isi dalam pasal-pasal dokumen kontrak 
  4. Pendekatan kepada masyarakat dan Pemerintah Daerah setempat mengenai rencana kerja. 
  5. Pelakukan pembahasan prosedur administrasi penyelenggaraan pekerjaan 
  6. Presentasi Penyedia Jasa dalam rencana penanganan pekerjaan pekerjaan melalui program untuk penyedia jasa RMK (rencana Mutu Kontrak).
  7. Presentasi Konsultan Pengawas tentang prosedur pengawasan pekerjaan berdasarkan uraian kegiatan pekerjaan penyedia jasa. 
  8. Pembahasan kendala yang diperkirakan akan timbul, dan rencana penanganannya.
  9. Penetapan masa berlaku ijin kerja (request) dan pemaparan metode kerja yang akan digunakan.
  10. Masalah-masalah lapangan terkait metode pekerjaan, ruang milik jalan lokasi Quary, lokasi Base Camp.
  11. Rencana pemeliharaan dan pengaturan lalu lintas.
  12. Rencana Keselamatan dan kesehatan kerja konstruksi.
  13. Pembahasan tentang tanggungjawab masing-masing unsur yang terkait dalam pelaksanaan pekerjaan.
  14. Pembahasan tentang pembayaran prestasi pekerjaan dan syarat-syarat yang diusulkan untuk pelaksanaan pembayaran.
  15. Fasilitas pendukung yang akan diberikan oleh pemberi pekerjaan (DINAS/PPK/SATKER).
  16. Hal-hal yang belum jelas tertuang dalam kontrak.

Contoh Surat Jaminan dan Garansi Kadar Suhu Aspal 13 Derajat

KOP PERUSAHAAN

 

No. : ….-D/INFRMXP/SJA/VIII/2021 

Hal : Surat Jaminan Atau Garansi Kadar Suhu aspal 

Kepada Yth. 

Kelompok Kerja Pemilihan Bagian Pengadaan Barang/Jasa Sekretariat

di- 

Tempat 

 

Yang bertanda tangan dibawah ini : 

Nama                 :    Septian Dwi Putra

Jabatan              :    Direktur Utama

Perusahaan        :    PT. INFORMAXPRO

Nomor Telepon  :    08123456789

Alamat               :    Jl. Setia Budi Square No. 29 

Bertindak untuk dan atas nama PT. INFORMAXPRO yang beralamat di Jl. Setia Budi Square No.29-30 Komp. Tasbi Selaku supplier untuk “Asphal Hotmix” dengan ini memberikan Jaminan atau Garansi Kadar Suhu Aspal pada hamparan minimal 135 Derajat Celcius dan Stock Material 100 % secara kontinu hingga selesai pekerjaan kepada : Perusahaan                :    CV/PT. ARTOLUWEH

Penanggung Jawab   :    ILONA AISYAH PUTRI

Jabatan                      :    Direktur Utama

Alamat                       :    Jl. H.M. Said Lingk Tengah Kel. Perdamean Kab/Kota

Dalam Rangka mengikuti pelelangan Pekerjaan Peningkatan Jalan dari sta.07.00 sampai dengan sta. 03.00 Pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Program Pembangunan Jalan dan Jembatan.

Apabila dikemudian hari jika CV/PT. ARTOLUWEH dinyatakan sebagai pemenang pada paket Peningkatan Jalan dari sta.07.00 sampai dengan sta. 03.00 Pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Program pembangunan Jalan dan jembatan, Maka Kami PT. INFORMAXPRO dengan ini Bersedia memberikan Jaminan atau Garansi Kadar Suhu Aspal pada hamparan minimal 135 derajat celcius   

Demikian Surat Jaminan atau Garansi Kadar Suhu Aspal ini kami buat, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. 

 

PT. INFORMAXPRO

 

 

SEPTIAN DWI PUTRA

Direktur  Utama

Contoh Format Surat Dukungan Ketersediaan Material Hotmix dari AMP

KOP PERUSAHAAN 

                        Indonesia, .. Agustus 2021 

Nomor     : ….-D/INFRXP/SD/VIII/2021 

Lampiran : Terlampir 

 

Kepada Yth. 

Kelompok Pokja Pemilihan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah

di

Tempat 


Perihal : Surat Dukungan Ketersediaan Material Hotmix dari AMP 

 

Yang bertanda tangan dibawah ini : 

Nama                  :    Septian Dwi Putra

Jabatan               :    Direktur 

Perusahaan        :    PT. INFORMAXPRO

Nomor Telepon   :    081355511120

Alamat                :    Jl. Setia Budi Square No. 29-30 Komplek Tasbi Medan Kec. MS

Dengan ini memberikan Dukungan dan Ketersediaan Material Hotmix kepada : 

Perusahaan              : CV/PT. ARTOLUWEH

Penanggung Jawab  : Ilona Aisyah Putri

Jabatan                     : Direktur Utama

Alamat                       : Jl. H.M. Said Lingk Tengah Kel. Perdamean Kab/Kota

Untuk mengikuti tender paket Pekerjaan Peningkatan Jalan dari STA.04 sampai dengan STA.08.00 Kecamatan Kampung Rakyat. Adapun dukungan Ketersediaan Material sebagai berikut : 

1. Material Hotmix 

Surat Dukungan Ketersediaan ini akan ditindaklanjuti dengan Surat Perjanjian yang lebih detail lagi apabila pihak CV/PT. ARTOLUWEH telah ditunjuk sebagai pemenang lelang dan apabila kesepakatan komersial antara kedua belah pihak telah disetujui bersama. Surat Dunkungan ketersediaan Material ini sewaktu-waktu dapat ditarik tanpa ada pemberitahuan kepada CV/PT. ARTOLUWEH akibat cidera janji, dan akibat penarikan dukungan tersebut pihak CV/PT. ARTOLUWEH tidak dapat menuntut secara perdata maupun pidana. 

Demikian Surat Dukungan Ketersediaan Material ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. 

PT. INFORMAXPRO

 

SEPTIAN DWI PUTRA

DirekturUtama

Contoh Surat Permohonan Dukungan/Jaminan Material dan Sewa Peralatan

KOP PERUSAHAAN  

Nomor         : 001/CV/PT…/SK-DPPA/VIII/2021 

Lampiran     : (terlampir) 

Perihal         : Permohonan Surat Dukungan/Jaminan Ketersediaan Material dan Sewa Peralatan 


Kepada Yth. 

Bapak/Ibu Pimpinan 

CV/PT. Informaxpro 

DI- 

Tempat 

 

Dengan Hormat, 

Yang bertanda tangan dibawah ini kami : 

Nama             : ILONA AISYAH PUTRI 

Jabatan           : Direktur CV/PT. ARTOLUWEH 

Alamat            : Jl. H.M. Thamrin Lingk Tengah Kel. Perdamean Kab/Kota 


Dengan ini kami mohon kiranya dapat diterbitkan “ Surat Dukungan Ketersediaan Material, Jaminan Supply dan Dukungan Sewa Peralatan" dalam rangka mengikuti tender pekerjaan Peningkatan Jalan dari STA.08.00 sampai dengan STA. 05.00 Kecamatan Firdaus dengan rincian dukungan ketersediaan dan sewa alat sebagai berikut : 

A. Dukungan Ketersediaan dan jaminan Supply Material 

1. Hotmix (dilampiri scan bukti milik AMP dan izin Operasional AMP.) 

2. Material Aggregat Kelas A 

3. Material Agregate Kelas B

Permohonan Dukungan Sewa Peralatan 

1. Asphalt Finisher 60 T/Jam 1 Unit 

2. Dump Truck 3 - 4 M3 3 Unit 

3. Pnemautic T Roller 8 - 10 Ton 1 Unit 

4. Motor Grader > 100 HP 1 Unit 

5. Tandem Roller 6 - 8 1 Unit 

6. Vibrator Roller 5 - 8 Ton 1 Unit  


Agar kiranya dapat dilampiri scan/Copy Bukti Kepemilikan peralatan serta IUP (Izin Usaha Pertambangan) untuk Bahan Baku sesuai spesifikasi teknis. 

Demikian Permohonan ini kami ajukan atas perkenan dan kebijaksanaannya kami sampaikan banyak terima kasih.  


Firdaus, 25 Agustus 2021 

CV/PT. ARTOLUWEH 



ILONA AISYAH PUTRI 

Direktur Utama

Fast Buat Penawaran Tender Proyek Tahap Awal Lengkap


 Salam Caranecom,.. 

Sebelumnya Admin Caranecom memohonkan Maaf yang sebesar-besarnya kepada para pengguna Blog Caranecom karena banyak permintaan yang tidak terlayani sehubungan dengan kesibukan Admin, baik permintaan via Email maupun via Whatsapp, jadi harap dimaklumi,.. 

Sampai untuk menyelesaikan APP.Bidding*Macro hingga saat ini belum terselesaikan dan masih berkisar 72 % saja dari rencana Admin untuk menyelesaikannya, sehubungan banyaknya permintaan dari beberapa daerah untuk tender paket tahun anggaran 2021 ini,..

Meskipun admin anggap belum rampung atau masih di kisaran 72 % admin ingin membagikannya dengan harapan para pengguna Caranecom dapat berkreasi dan menjadikan hasil yang lebih maksimal lagi,..

Namun dari itu admin caranecom masih akan terus berupaya untuk melanjutkan kembali jika ada waktu luang,..

Untuk para pengunjung Caranecom yang ingin mendownload bisa langsung mengambilnya pada link dibawah.

Demikian semoga bermanfaat

Silahkan Download Link disini

Untuk mengaktifkan fitur macro harap mengaktifkan developer/macro pada file excel temen2. 

Nb* File tersebut sudah merupakan gabungan document Teknis dan Kualifikasi, jadi dengan telah menginput data Perusahaan untuk penggunaan selanjutnya hanya tinggal menginput Data Pekerjaan yang termuat dalam Document (LDP) dan Syarat lain yaitu :

1. Data Personel, (manual/Macro), 2. Data Peralatan, (manual/Macro), 3. Indentifikasi Bahaya RKK/SMK3 sesuai Dokumen LDP. 

Sedangkan untuk File AHSP (Analisa harga Satuan pekerjaan) atau RAB (Rencana Anggaran Biaya)/BOQ admin buat pada File tersendiri sehingga lebih cepat dan tidak membuat rambut keriting,..

Terima Kasih 

Salam Caranecom

Penjelasan Singkat Bekisting Untuk Lantai (Floordeck)

Floordeck merupakan bekisting untuk lantai yang biasanya tidak perlu dibongkar lagi dan secara struktur penampang floordeck dapat dihitung sebagai penulangan platnya, sehingga penulangannya dapat lebih ekonomis. Penggunaan Floordeck sesuai dengan spesifikasi teknis dari pabriknya secara umum perlu dipasang sebagai berikut:
  • Floordeck sebaiknya dipasang ke arah rusuk-rusuknya yaitu ke bentang pendek
  • Balok tumpuan Floordeck dipasang ke arah bentang panjang
  • Pengaku balok tumpuan (balok gordeng 8/12 dan/atau Kaso 5/7) dipasang searah rusuk ke arah bentang pendek dengan jarak antar pengaku (JAP) maksimum 1,5 m' 
  • Jika diperlukan, dipasang 4 buah stoot di tengah-tengah bidang dengan jarak maksimum  1/3 bentangan masing-masing arahnya,.

To Be Continued,...

Takaran dan Kegunaan Zat Aditif untuk Campuran Beton Semen

Penggunaan bahan aditif untuk campuran beton sesuai dengan semua tingkat dan semua mutu beton dapat menggunakan bahan aditif, kebutuhan dan waktu serta pelaksanaan curing disesuaikan dengan spesifikasi teknik dari pabrik pembuat bahan aditifnya. 
 
Prosedur pencampurannya dilakukan pada proses pencampuran bahan, sebagai contohnya adalah untuk bahan aditif pengerasan dibutuhkan ± 1,2 Liter/M³.Berbagai jenis bahan admixture sebagai bahan kimia tambahan untuk berbagai keperluan diantaranya:  
 
- Meningkatkan kinerja kelecakan (kematangan) adukan beton tanpa menambah air; 
- Mengurangi penggunaan air dalam campuran beton tanpa mengurangi kelecakan;
- Mempercepat pengikatan hidrasi semen atau pengerasan beton;
- Memperlambat pengikatan hidrasi semen atau pengerasan beton;
- Meningkatkan kinerja kemudahan pemompaan beton;
- Mengurangi kecepatan terjadinya slump loss;
- Mengurangi susut beton atau memberikan sedikit pengembangan volume beton (ekspansi);
- Mengurangi terjadinya bleeding;
- Mengurangi terjadinya segregasi.


Tata Cara Evaluasi Kewajaran Harga Penawaran

Dalam pelaksanaan tender pekerjaan konstruksi misalnya adalah harga satuan dasar yang dipergunakan dalam mengevaluasi kewajaran harga adalah Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Komitmen berdasarkan harga satuan pasar dalam waktu tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan.

CONTOH FORM RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK) 2020

Update RKK/RK3K Terbaru tahun 2022-2023 sesuai Permen PUPR Nomo10
silahkan
Download dibawah👇


Penyusunan Form RKK tahun 2020 untuk pengadaan barang dan jasa berdasarkan Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan turunannya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14 tentang