Thursday, November 8, 2018

Daftar Lengkap Jenis Alat Bantu Proyek dan Fungsinya

Dalam pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi disamping menggunakan peralatan berat/mekanis hampir pada setiap satuan item mata pembayaran jenis pekerjaan memerlukan alat bantu atau alat manual yang melekat pada bagian tenaga kerja, meski selama ini dalam analisa harga satuan AHSP pengisian peralatan hanya menggunakan satuan Lump Sump, tapi dalam pembuatan analisa teknis wajib mencantumkan alat bantu tersebut yang akan kita bahas pada artikel pada bagian berikutnya. Dalam penggunaan alat bantu juga perlu dilakukan analisis sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Serta mengetahui fungsi-fungsi dari peralatan tersebut.
Berikut adalah Daftar jenis alat bantu proyek konstruksi serta penjelasan fungsinya :

Daftar Tabel Alat Bantu dan Fungsinya
  No  
           Jenis Alat Bantu           
Fungsi Dan Kegunaan
1
AmpelasAdalah alat kerja terbuat dari kain yang di lapisi
lapisan kasar yang digunakan untuk penghaluskan
suatu bidang atau menghaluskan suatu permukaan
2
Bor BesiAdalah alat kerja yang berfungsi untuk melubangi
suatu bagian besi yang biasa digunakan dan
cenderung menggunakan tenaga listrik
3
Bor BetonAdalah alat kerja yang berfungsi untuk melubangi
suatu bagian beton yang biasa digunakan dan
cenderung menggunakan tenaga listrik
4
Bor kayuAdalah alat kerja yang berfungsi untuk melubangi
suatu bagian kayu yang biasa digunakan dan
cenderung menggunakan tenaga Manusia
5
Cangkul/Pacul









Next...
Share:

Panduan Lengkap Cara Membuat Penawaran Tender Proyek Bagian 4

Kita lanjutkan dari artikel sebelumnya Panduan Lengkap Cara Membuat Penawaran Tender Proyek Bagian 3 yaitu pada tahap contoh pembuatan Daftar Harga Satuan Alat + Uraian Analisa Alat yang akan kita bahas pada bagian 4 ini.

- Daftar Harga Satuan Alat + Uraian Analisa Alat
Untuk mendapatkan harga satuan alat kita ambil dari uraian analisa alat yang akan kita bahas kali ini.
Harga satuan dasar alat merupakan komponen dari analisa harga satuan yang merupakan biaya langsung untuk satuan pekerjaan.
Sedangkan jenis alat dalam AHSP sendiri terdapat dua jenis alat, yaitu alat bantu dan alat berat, dimana alat bantu merupakan peralatan yang melekat pada tenaga kerja yang kita gunakan misalnya dalam item satuan jenis pekerjaan galian manual, bekisting, plesteran dll, dimana jenis alat bantu tersebut meliputi antara lain :
* Pacul
* Sekop
* Sendok semen/Cetok
* Kereta Dorong
* Keranjang
* Gergaji
* Tang
* Obeng
* Palu/Bogem
* Linggis
* dll.
Untuk melihat secara lengkap daftar tabel jenis-jenis alat bantu dan fungsinya bisa menuju pada link dibawah ini :
Daftar Lengkap Peralatan Bantu Proyek dan Fungsinya

Sedangkan alat berat digunakan untuk satuan item jenis pekerjaan yang bersifat berat seperti pekerjaan pemancangan sheetpile, beton, pipa baja, satuan pekerjaan dengan volume besar, dimana jenis-jenis alat berat sendiri meliputi antara lain :
* Excavator
* Bulldozer
* Dump Truck
* M. Grader
* Vibratory Roller
* Crane
* Asphal Mixing Plant
* Asphal Sprayer
* Kapal Dredging
* Concrete truck mixer
Untuk melihat secara lengkap daftar tabel jenis-jenis alat berat dan fungsi serta manfaatnya bisa mengunjungi link dibawah ini :
Daftar Lengkap Peralatan Berat Mekanis dan Fungsinya

Dalam menentukan jenis satuan dari masing-masing peralatan biasa menggunakan satuan Lump Sump (LS) atau satuan sewa hari dan atau jam untuk jenis peralatan bantu. Sedangkan peralatan berat mekanis menggunakan satuan sewa Jam atau hari dan berlaku meski peralatan itu milik sendiri tetaplah diperhitungkan dalam satuan sewa, namun dalam satuan sewa jika peralatan sendiri tentunya kontraktor akan lebih bisa meminimkan harga sewa tersebut yang berfungsi menentukan harga satuan yang dapat dipertanggung jawabkan atau mungkin jika terdapat harga satuan timpang yang dievaluasi oleh pemilik pekerjaan/panitia/pokja ulp berkaitan dengan harga satuan tersebut, maka calon penyedia jasa dapat melakukan klarifikasi dengan menyampaikan perhitungan peralatan milik sendiri.

Untuk mendapatkan harga satuan peralatan mekanis perlu dibuatkan uraian analisa alat untuk mendapatkan harga satuan dasar baik sewa per jam maupun perhari yang meliputi :
A. URAIAN PERALATAN
* Jenis Peralatan
* Tenaga/HP/Pw mesin yang digunakan
* Kapasitas alat
* Kondisi Alat yang diapakai
   - Umur Ekonomis alat
   - Jam Kerja alat dalam 1 tahun
   - Harga Pokok/Dasar Alat
B. BIAYA PASTI PER JAM KERJA
* Nilai sisa alat
* Faktor angsuran modal
* Biaya pengembalian modal
* Asuransi dll.
C. BIAYA OPERASI PER JAM KERJA
* Bahan Bakar
* Pelumas
* Perawatan dan Perbaikan
* Operator & Pembantu Operator
D. LAIN-LAIN
* Tingkat suku bunga
* Upah operator/sopir/Pembantu
* Bahan Bakar Bensin/solar/lainnya
* Minyak pelumas/gemuk

Berikut adalah ilustrasi contoh uraian analisa alat secara standard
Penjelasan :
A. URAIAN PERALATAN
Pada uraian peralatan mencakup Jenis alat, Tenaga mesin yang yang menggunakan simbol Pw atau HP, Kapasitas Alat, Kondisi alat yang melingkupi umur ekonomis alat, jam kerja alat dalam 1 tahun, dan harga alat untuk kondisi baru atau kondisi yang akan dipakai bekas atau baru dengan kondisi memperhitungkan persentase.
* Jenis Alat
Ketikkan jenis alat yang akan dibuatkan uraian sebagai contoh enulis menggunakan alat berat jeni Ecavator.
* Tenaga Mesin - Simbol ( Pw )
Menyebutkan tenaga mesin yang digunakan dengan simbol satuan Pw (Power)/HP (HorsePower), untuk mengetahuinya bisa melihat pada spesifikasi alat tersebut atau bisa melihat pada buku pedoman peralatan tersebut.
* Kapasitas - Simbol ( Cp )
Kapasitas yang dimaksud adalah kapasitas volume yang dapat diangkut dalam satu kali gerakan operasi dengan melihat pada penampang bak atau bucket untuk excavator.
* Kondisi Alat

(mengetik...)

Share:

Wednesday, November 7, 2018

Panduan Lengkap Cara Membuat Penawaran Tender Proyek Bagian 3

Menyambung dari artikel sebelumnya pada Panduan Lengkap Cara Membuat Penawaran Tender Proyek Bagian 2 yang telah membahas hingga pada :
- Daftar Harga Satuan bahan + Uraian Analisa Bahan.

Maka pada bagian 3 ini kita melanjutkannya yaitu contoh cara membuat Uraian Analisa Bahan/Material secara standard atau anda bisa melihatnya seperti pada ilustrasi dibawah ini :
Penjelasan :
Pada contoh uraian analisa bahan disini kita misalkan membuat harga satuan dasar bahan semen dengan asumsi pekerjaan proyek tersebut berada di wilayah sulawesi atau di Gorontalo dengan mengasumsikan jarak angkut ke lokasi pekerjaan dari ibukota adalah 25 Km dengan menggunakan alat angkut Truck Tronton dengan kapasitas muat adalah 1000 sak, maka kita harus sudah memperhitungkan biaya bongkar muat mengingat bahan/material semen bersifat dalam kantung yang memungkinkan akan mudah sobek atau rusak serta harus ditempatkan pada tempat/gudang yang memenuhi syarat standard penyimpanan semen, dan disini misalnya memberi harga satuan bongkar/muat sebesar Rp.500,00 per sak, dan juga membuat circle time dari alat pengangkut yaitu truck jenis tronton dengan menginputkan :
Waktu Muat
Waktu Bongkar
Waktu kecepatan rata-rata pada saat isi/bermuatan
Waktu kecepatan rata-rata pada saat kosong
Waktu delay atau istirahat

Keterangan :

Waktu Muat
Satuan waktu dalam memuat menggunakan satuan menit yang diangkut oleh tenaga manusia kedalam truck dengan asumsi 1000 sak membutuhkan waktu selama 25 menit

Waktu Bongkar
Pada satuan waktu bongkar sama seperti saat memuat yaitu dengan satuan waktu menit dengan menggunakan tenaga manusia menurunkan material semen dari truck ketempat yang disediakan atau langsung dalam gudang dengan di tata rapi atau sebagainya, kita bisa mengubah waktu siklus tersebut sesuai dengan kondisi, dengan asumsi waktu membongkar diatas membutuhkan waktu 20 menit.

Waktu Kecepatan rata-rata pada saat isi/bermuatan
Siklus waktu rata-rata yang di asumsikan adalah kecepatan truck saat memiliki muatan dengan kondisi jalan yang baik dengan kecepatan adalah 30 Km/jam maka dengan perhitungan pembagian waktu terhadap jarak tempuh 25 Km terhadap satuan jam 60 menit adalah : Jarak tempuh 25 Km / Kecepatan Truck isi 30 Km perjam di x satuan jam 60 menit maka diadapat siklus waktu 50 menit bagi truck tronton untuk menempuh jarak 25 Km dari ibu kota ke lokasi pekerjaan dengan kondisi jalan baik.

Waktu Kecepatan rata-rata pada saat kosong
Waktu siklus yang didapat dari truck dalam keadaan kosong hampir sama dengan kecepatan truck pada saat ini, yang membedakannya adalah kecepatan truck tersebut pada saat kosong/tidak bermuatan dengan lebih cepat karena tidak terdapat beban isi/muatan.

Waktu Delay/Istirahat
Waktu istirahat perlu diperhitungkan meskipun jika mesin mampu melaksanakannya namun untuk sopir dan keutamaan keselamatan diperlukan waktu untuk beristirahat, sarta pada waktu siklus istirahat ini mencakup istuasi lalu lintas dan beberapa hambatan kecil dijalan.

Maka pada jumlah total siklus waktu pengankutan adalah : 147,5 menit dengan pembagian waktu per jam adalah 60 menit maka didapat waktu 2.46 Jam.

Menginputkan Harga sewa Tronton
Harga sewa tronton diambil dari harga satuan alat dengan perhitungan biaya sewa per jam adalah Rp.253.905, perhitungan biaya sewa ini berlaku termasuk terhapan alat angkut milik sendiri.

Harga Bahan
Pada harga bahan disini kita harus merincikan harga satuan bahan dari suplier/toko serta biaya muat dan bongkar muatan, dengan asumsi harga satuan semen per sak adalah Rp.67.500,00 + ongkos muat + bongkar adalah Rp.1000,00 per sak sehingga didapat hasil harga satuan bahan Rp.68.500,00 per sak.

Didapat harga untuk 
dengan asumsi volume bahan adalah : 1000 sak
di X harga total per sak adalah : Rp.68.500,00 = Rp.68.500.000,00
Biaya sewa peralatan adalah : Rp.253.905,00 di X siklus waktu 2,64 Jam = Rp.624.184
Maka didapat jumlah harga material + biaya sewa peratan = Rp.69.124.184,00 di / 1000 sak maka = Rp.68.124,00. Per Sak yang diperoleh.

- Daftar Harga Satuan Alat + Uraian Analisa Alat
Selanjutnya adalah daftar harga satuan alat + uraian analisa alat, anda bisa mengunjunginya pada artikel berikut Link dibawah ini :

Panduan Lengkap Cara Membuat Penawaran Tender Proyek (Bagian 4)
- Daftar Harga Satuan Alat + Uraian Analisa Alat (mengetik...)
Share:

Tuesday, November 6, 2018

DAFTAR LENGKAP AHSP PROYEK KONSTRUKSI-UPDATE

Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) ini dibuat dengan analisis dasar yang berlaku selama ini dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan serta mengacu berdasarkan sumber JDIH Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan merubah format namun tidak mengubah isi dan formula yang terkandung didalamnya, dan menampilkan dengan semudah mungkin untuk digunakan oleh para pengguna terutama para kontraktor / penyedia jasa konstruksi.

Penjelasan singkat tentang AHSP
Analisa harga satuan pekerjaan merupakan dasar dari suatu perhitungan harga satuan dasar yang meliputi upah, bahan dan alat yang dirinci secara mendetail.
Dalam harga satuan pekerjaan terdiri dari biaya langsung dan biaya tidak langsung, dimana komponen biaya langsung meliputi upah, bahan dan alat sedangkan biaya tidak langsung meliputi biaya umum atau overhead dan profit.
Analisa harga satuan pekerjaan merupakan hitungan masing-masing satuan item mata pembayaran yang diakumulasikan menjadi Daftar Kuantitas dan Harga / Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Dalam analisa harga satuan pekerjaan ini meliputi :
1.   Header
2.   Nama Paket Pekerjaan
3.   Kegiatan/Satker Pekerjaan
4.   Nama Jenis Item Pekerjaan
5.   Satuan Mata Pembayaran
6.   Nomor Mata Pembayaran
7.   Nomor Urut
8.   Uraian Upah, Bahan, Alat
9.   Satuan Kuantitas
10. Koefisien
11. Harga Satuan
12. Jumlah harga
13. Sub Total
14. Overhead & Profit
15. Jumlah Total
16. Dibulatkan

Dalam penyusunan AHSP ini dikelompokkan menjadi 3 bagian bidang yang meliputi :
1. AHSP Bidang Sumber Daya Air
2. AHSP Bidang Bina Marga
3. AHSP Bidang Cipta Karya
Serta pengelompokkan pada masing-masing klasifikasi pekerjaan secara berurut agar lebih memudahkan dalam meninjau pengelompokkannya.

1. AHSP Bidang Sumber Daya Air
- Pekerjaan Bendungan/Embung
- Pekerjaan Bendung
- Pekerjaan Jaringan Irigasi/Rawa
- Pekerjaan Air Baku/Air Tanah
- Pekerjaan Sungai/Pantai
- Pekerjaan Reklamasi

- Pekerjaan Bendungan/Embung
* Daftar Analisa Harga Satuan Pekerjaan Persiapan
* Daftar Analisa Harga Satuan Pekerjaan Galian
* Daftar Analisa Harga Satuan Pekerjaan Timbunan
* Daftar Analisa Harga Satuan Pekerjaan Pasangan
* Daftar Analisa Harga Satuan Pekerjaan Beton
* Daftar Analisa Harga Satuan Pekerjaan Penulangan
* Daftar Analisa Harga Satuan Pekerjaan Bekisting
* Daftar Analisa Harga Satuan Pekerjaan Spillway
* Daftar Analisa Harga Satuan Pekerjaan Lain-lain

- Pekerjaan Bendung
* Daftar Analisa Harga Satuan Pekerjaan Persiapan
* Daftar Analisa Harga Satuan Pekerjaan

2. AHSP Bidang Bina Marga
* Daftar Analisa Harga Divisi I. Umum
* Daftar Analisa Harga Divisi II. Drainase
* Daftar Analisa Harga Divisi III. Pekerjaan Tanah
* Daftar Analisa Harga Divisi IV. Pelebaran Perkerasan dan Bahu Jalan
* Daftar Analisa Harga Divisi V. Perkerasan Berbutir dan Perkerasan Beton Semen
* Daftar Analisa Harga Divisi VI. Perkerasan Aspal
* Daftar Analisa Harga Divisi VII. Struktur
* Daftar Analisa Harga Divisi VIII. Pengembalian Kondisi dan Pekerjaan Minor
* Daftar Analisa Harga Divisi IX. Pekerjaan Harian
* Daftar Analisa Harga Divisi X. Pekerjaan Pemeliharaan Rutin

3. AHSP Bidang Cipta Karya
LEVEL 1
* Daftar Analisa Harga Divisi I. Design Development
* Daftar Analisa Harga Divisi II. Sitework
* Daftar Analisa Harga Divisi III. Pekerjaan Struktural
* Daftar Analisa Harga Divisi IV. Pekerjaan Arsitektur
* Daftar Analisa Harga Divisi V. Pekerjaan Mekanikal
* Daftar Analisa Harga Divisi VI. Pekerjaan Elektrikal
* Daftar Analisa Harga Divisi VII. Fasilitas Exterior Bangunan
* Daftar Analisa Harga Divisi VIII. Miscellaneaus Work
LEVEL 2
* Daftar Analisa Harga Divisi 2 Pekerjaan Persiapan
* Daftar Analisa Harga Divisi 2 Pekerjaan Tanah
* Daftar Analisa Harga Divisi 3 Pekerjaan Pondasi
* Daftar Analisa Harga Divisi 4 Pekerjaan Beton
* Daftar Analisa Harga Divisi 4 Pekerjaan Beton Pra Cetak
* Daftar Analisa Harga Divisi 4 Pekerjaan Besi & Alumunium
* Daftar Analisa Harga Divisi 4 Pekerjaan Dinding Pasangan
* Daftar Analisa Harga Divisi 4 Pekerjaan Plesteran
* Daftar Analisa Harga Divisi 4 Pekerjaan Penutup Lantai dan Penutup Dinding
* Daftar Analisa Harga Divisi 4 Pekerjaan Plafond
* Daftar Analisa Harga Divisi 4 Pekerjaan Penutup Atap
* Daftar Analisa Harga Divisi 4 Pekerjaan Kayu
* Daftar Analisa Harga Divisi 4 Pekerjaan Kunci dan Kaca
* Daftar Analisa Harga Divisi 4 Pekerjaan Pengecatan
* Daftar Analisa Harga Divisi 5 Pekerjaan Sanitasi Gedung
* Daftar Analisa Harga Divisi 8 Pekerjaan Pemasangan Pipa Diluar Gedung
* Daftar Analisa Harga Divisi 8 Pemotongan Pipa
* Daftar Analisa Harga Divisi 8 Pemasangan Aksesories Pipa
* Daftar Analisa Harga Divisi 8 Penyambungan Pipa
* Daftar Analisa Harga Divisi 8 Pengetesan Pipa

Lanjut . . .
Share:

Monday, November 5, 2018

FORMULIR REQUEST ARTIKEL

Salam Caranecom
Pada kesempatan yang berbahagia ini caranecom menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengunjung caranecom, dan dengan segala kekurangan dari kami sekiranya dapat dimaklumi, karena kesempurnaan hanya milik Sang Pencipta kita. Namun dengan kekurangan kami berupaya untuk memanjakan pemirsa/pengunjung caranecom dengan request artikel sesuai kehendak pengunjung, dan akan kami sajikan dengan referensi akurat dan valid serta memaksimalkan artikel dengan penyajian per request maksimal 1 hari kerja.

Apakah anda ingin mengajukan/request artikel? silahkan isi data dibawah ini.

Form Request Artikel


Dengan telah mengajukan form request anda setuju dengan semua kebijakan dan ketentuan yang telah diatur dan ditetapkan oleh Caranecom, demi terciptanya kualitas konten yang memenuhi Terms Of Services dari segala peramban yang tersedia.

Perhatian
Jika permohonan judul artikel dan isi yang relevan telah tersedia maka pengguna akan langsung mendapatkan notifikasi melalui alamat email.

Share:

Sunday, November 4, 2018

Cara Cek Blog Atau Website Kita Terkena Google Sandbox

Salam Blogger

Penjelasan singkat tentang google sandbox
Sandbox atau jika jika diartikan berarti Kotak Pasir, yang menurut pemahaman kita ketahui bahwa kotak pasir berfungsi sebagai filter, karena ini mengingatkan penulis kotak pasir di sumur belakang rumah yang berfungsi untuk menyaring air yang keruh atau kotor, maka bisa dimaknai sandbox google tersebut merupakan suatu filter terhadap website atau blog yang tentu tidak bersih dan dianggap SPAM, sehingga dimasukkan dalam penjara atau disebut sanbox.

Apa penyebab website atau artikel terkena dampak pinalty ini?
Beberapa kasus yang menyebabkan blog masuk dalam google sand box
* Terlalu berlebihan dalam optimasi
Tentu para blogger dan anda yang membaca artikel ini mungkin sebagai blogger mengenal dengan optimasi, terutama bagi yang mengikuti kontes SEO, dengan melakukan optimasi yang berlebihan dimana kita ketahui bahwa google sangat tidak menyukai dengan yang sifatnya berlebihan karena hasil dari berlebihan efeknya tidak akan baik, kita bisa contohkan jika kita makan makanan yang kita sangat sukai sekalipun jika berlebihan tidak akan terasa nyaman pada diri kita, atau kalau bahasa jawanya "sebah", dan perlu diingat algoritma google tidak dirancang untuk yang sifatnya overactions, namun penerapan algoritma google menggunakan pola perhitungan standard yang artinya yang wajar-wajar saja dan cara-cara alami.
* Backlink tidak wajar
Mencari backlink itu bagus untuk blog/website kita terutama dari blog-blog besar yang memiliki page rank tinggi, namun sebaiknya dibuat secara natural jangan berlebihan juga, bagaimana cara mencari backlink yang natural?
Caranya adalah mencari backlink dari blog yang dofollow dan di imbangi juga dengan blog yang nofollow, agar terlihat alami/natural buat perbandingan backlink dofollow 65 persen dan nofollow 35 persen agar google malihat ini naturali.
* Ping berlebihan
Biasanya para blogger terutama para pemula seperti penulis ini setelah publish artikel melakukan ping berlebihan karena ingin artikel kita cepat terindeks dan menduduki peringkat di pencarian, sehingga lupa dengan peraturan google sehingga google akan menganggapnya sebagai SPAM, karena sebenarnya jika kita mempublish artikel baru tidak perlu ping yang berlebihan karena perayapan google akan menilai sendiri apakah artikel kita berkualitas atau tidak, karena google pasti masih akan memprioritaskan artikel-artikel lama yang berkualitas, jika memang artikel kita tersebut berkualitas, maka jangan takut dan santai saja, artikel kita akan mendapat posisi yang baik jika memang berkualitas dan tentu memiliki banyak pengungunjung.
* Artikel Copas
Kalau copy paste ini bukan hanya dibenci google, bahkan para blogger mungkin mayoritas sangat tidak menyukai blog yang isinya artikel copas, disamping tidak berkualitas dan ketidak profesionalnya pemilik blog tersebut copas tentu merupakan pelanggaran hak cipta Copyright © dan mungkin bisa jadi pengcopas artikel tersebut tidak akan suka juga jika artikel asli buatannya di copas orang lain.
Maka sebaiknya buat artikel dengan gaya tulisan asli dan bisa jadi penulisan kita akan lebih terlihat unik, meski tidak terlihat bagus seperti kata-kata dalam artikel penulis, yang penting asli bukan copas itu intinya.

Lalu bagaimana cara mengetahui blog kita masuk google sandbox atau tidak?
Caranya adalah :
* Silahkan anda kunjungi link ini :
Google Sandbox Checker Tool
* Isi URL blog anda pada box pertama
* Isi Nama blog anda
* Ketik jumlah angka diminta
* Klik Submit

Tunggu beberapa saat, dan jika muncul tulisan Your site is not in google sandbox maka website anda aman,namun jika muncul tulisan seperti ini Your site is in google Sandbox. Contact support@searchenginegenie.com maka anda bisa contact support atau segera hentikan cara cara jahat dan perbaiki cara-cara yang disebutkan diatas, atau jika selama ini anda optimasi berlebihan segera hentikan dulu optimasinya, atau artikel-artikel anda perlu diperiksa semua dan perbaiki dari keyword berlebihan atau hasil copas.

Apakah jika setelah masuk google sandbox pertanda website/blog kiamat?
tentu tidak, blog atau website yang masuk pada penjara ini tentu dengan melakukan perbaikan-perbaikan seperti diatas dan tetap konsisten dengan selalu membuat artikel "asli" maka hukuman akan diakhiri oleh google.

Demikian semoga bermanfaat.

Share:

Saturday, November 3, 2018

Yang Dimaksud Dengan Biaya Langsung Pada Proyek Konstruksi

Mungkin ada yang belum memahami dan mengetahui apa yang dimaksud dengan biaya langsung pada pelaksanaan proyek konstruksi?

Biaya langsung atau Direct cost pada proyek konstruksi merupakan suatu komponen harga satuan pekerjaan yang terdiri atas :
* biaya upah,
* biaya bahan
* biaya alat
* dan biaya subkon (jika ada)

Keterangan :
dari penjelasan diatas perlu dirinci lebih detail sehingga tidak menjadikan kesalahan persepsi dengan rincian sebagai berikut :

* Biaya upah
Pengertian dari biaya upah pada biaya langsung ini adalah biaya yang diperhitungkan terhadap satuan item mata pembayaran tertentu, yang biasanya telah ditentukan melalui analisis harga satuan yang telah ditetapkan.

* Biaya bahan
Pengertian dari biaya bahan pada biaya langsung pekerjaan proyek konstruksi adalah biaya pembelian bahan yang diperhitungkan terhadap analisis harga satuan mata pembayaran utama,

* Biaya alat
Pengertian dari biaya alat pada biaya langsung adalah biaya peralatan yang diperhitungkan terhadap satuan item mata pembayaran utama yang telah ditetapkan melalui analisis harga satuan.

* Biaya subkon
Biaya yang diperhitungkan pada pekerjaan yang diperhitungkan jika terdapat subkon dalam pelaksaan pekerjaan tersebut (jika ada).

Sebagai contoh adalah :
Pada pekerjaan pasangan batu dengan uraian analisis yang telah ditetapkan mendapatkan hasil sebagai berikut :
Semua harga yang tercantum pada analisa di atas merupakan biaya langsung, dan tidak memperhitungkan biaya overhead (indirect cost).
Maka diluar dari biaya diatas mungkin sebaiknya bukan lagi disebut sebagai biaya langsung, namun bisa disebut sebagai biaya tidak langsung atau biaya yang masuk pada overhead.
Oleh karena itu pada setiap analisa harga satuan sangat diwajibkan kepada para kontraktor harus menampilkan kolom overhead dan profit dengan besaran yang telah ditentukan dengan maksimal adalah 15 persen, bukan malah PPn yang ditampilkan di analisa harga satuan.
Demikian semoga bermanfaat
Share:

Yang Dimaksud Dengan Bahan Baku Pada Proyek Konstruksi

Dalam proyek konstruksi tidak akan lepas dari yang namanya bahan, karena suatu bangunan akan terjadi dengan satuan analisis yang melibatkan tenaga, bahan dan alat, untuk bahan sendiri terdapat beberapa bagian diantaranya bahan baku, bahan jadi, bahan olahan.

Apa yang dimaksudkan dengan bahan baku?
Bahan baku adalah bahan di suatu lokasi tertentu atau sumber bahan (quarry) dan merupakan bahan dasar yang belum mengalami pengolahan diantaranya adalah :

* Batu kali, 
* Batu gunung
* pasir 
* kerikil
dan lain-lain, 

Atau merupakan bahan yang diterima di gudang atau base camp yang diperhitungkan dari sumber bahan, setelah memperhitungkan ongkos bongkar-muat dan pengangkutannya atau uraian analisa bahan.

Baca Juga : Apa yang dimaksud dengan biaya overhead?

Terima Kasih
Share:

Like On Facebook