Friday, December 28, 2018

Bagaiamanâ Cara Menjaga Kebijakân Goggle Adsense?

Salam Blogger

Melakukan aktivitas blogging tentu memiliki seni tersendiri terutama yang telah mendaftar menjadi publisher utamanya Adsense, disamping kita dapat melampiaskan suatu hobi dan berbagi unek-unek dan informasi yang bermanfaat untuk para pembaca/pengunjung kita juga dapat menikmati hasil menjadi penayang iklan baik itu untuk memperbaiki kualitas blog itu sendiri ataupun bisa juga hasil dari penayangan iklan tersebut digunakan untuk beli mobil, buat rumah atau jalan-jalan ke luar Negri, ;).

Namun demikian sebagai publisher iklan khususnya Adsense baik itu untuk blog youtube dll, tentu haruslah mengikuti akan kebijakan yang telah ditentukan oleh Adsense dan menjaga konten yang kita publish, karena jika kita tidak mengikuti akan kebijakan yang telah diterapkan oleh Google Adsense bisa jadi akun Adsense kita akan lenyap dari peredaran karena di banned atau diblokir, dan sudah sepatutnya seperti itu, sebagai misal saja kita bekerja di suatu Perusahaan baik itu milik Pemerintah maupun Milik Swasta maka sangat diwajibkan bagi kita untuk selalu menjaga kedisiplinan dan mengikuti akan semua kebijakan yang berlaku pada Perusahaan tersebut, karena jika kita melangar akibatnya bisa jadi kita akan di depak atau di pecat dari Perusahaan tersebut.

Lalu bagaimana cara menjaga dan mengetahui kebijakan Google?
Sangsi hukuman yang dijatuhkan Google Adsense kepada para Blogger yang melanggar kebijakan bisa bervariasi, ada yang melalui peringatan dan ada pula yang secara langsung artinya tanpa peringatan terlebih dahulu.

Dalam menjaga dan mengikuti atas kebijakan tersebut dan terhindar dari hukumannya adalah para blogger sebaiknya menerapkan langkah-langkah diantaranya :

* Selalu aktif dalam melakukan blogging
Seorang blogger yang tidak pernah melakukan aktivitas blogging dalam jangka waktu yang lama adalah sama saja dia memiliki rumah namun tidak pernah memeliharanya hingga rumput lebih tinggi dari atap rumahnya, sehingga tidak layak lagi utuk ditinggali.
Menulis. . .

Share:

Saturday, December 22, 2018

Metode Pelaksanaan Gâlian Tânâh Campur Batu

Galian tanah campur bebatuan adalah pekerjaan galian dengan material hasil galian berupa tanah dan campur dengan material bebatuan, yang dengan mudah dapat dilaksanakan dengan mengunakan alat berat berupa Excavator dengan dibantu oleh Jack Hammer yang berfungsi untuk memecahkan batuan dengan ukuran yang besar.

Sebelum dilakukan pekerjaan galian, maka lokasi harus dibersihkan dari segala benda – benda dan puing – puing yang mengganggu jalannya pekerjaan.

Seluruh galian dikerjakan sesuai dengan batas – batas dan kedalaman yang ditunjukkan dalam gambar atau sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar kerja atau sesuai dengan yang diarahkan / ditunjukkan oleh Direksi.

Apabila ditemukan bebatuan dengan ukuran yang besar, maka kami akan memecahkan/menghancurkan terlebih dahulu batu tersebut menggunakan Jack Hammer setelah itu baru diangkut dengan Excavator.

Galian tanah ini dibuat kemiringan pada sisi-sisinya untuk menghindari tanah yang longsor. Kemiringan yang rusak atau berubah, karena kesalahan pelaksanaan harus diperbaiki.

Penggalian ini juga dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan jumlah material yang dapat terpasang setiap harinya selain itu juga untuk menghindari adanya sedimentasi akibat air sungai secara berlebihan sehingga dapat memungkinkan menghindari kerja 2 kali.

Bila perlu, kedalaman dan lebar galian agar diberi ukuran lebih agar para pekerja dan tukang dapat bekerja dan memasang semua perlatan dan material dengan mudah.
Penggalian dilaksanakan secara sistematik agar tidak menggangu pekerjaan lain. Pelaksana pekerjaan harus selalu standby untuk mengarahkan operator excavator dalam bekerja serta memantau kedalaman galian.

Selama proses penggalian tanah agar secara langsung dipisahkan dan ditumpuk pada suatu tempat yang disetujui Direksi, material yang layak/bisa dipakai untuk timbunan dan material yang tidak layak. Material yang layak selanjutnya akan dipakai untuk timbunan tanah biasa dan timbunan kembali, sedangkan material yang tidak layak selanjutnya akan dibuang keluar daerah sungai atau kesuatu tempat yang tidak akan mengganggu.

Daerah pembuangan harus dipersiapkan terlebih dahulu dan disetujui oleh Direksi / Pengawas Daerah sebelum mengadakan penggalian dengan alat berat. Persiapan-persiapan harus meliputi ketentuan volumenya cukup, tindakan untuk mengetahui material yang tergali serta cara-cara untuk menangani kelebihan air.

Hasil galian dibuang ke tempat pembuangan dengan menggunakan dump truck dengan jarak pembuangan sejauh 1 km.

Begitu seterusnya sampai pekerjaan selesai sesuai dengan gambar kerja dan perhitungan dalam pembuatan MC – 0%.
Share:

Metode Pelaksanaan Pembersihan Lahan/stripping

Langkah pertama sebelum melakukan pekerjaan galian yaitu melakukan pekerjaan pembersihan lokasi pekerjaan/stripping.
Pembersihan saluran ini dilakukan menggunakan alat berat berupa bulldozer dan dibantu dengan tenaga manusia yang dibantu menggunakan alat pembersihan seperti chainsaw, cangkul dll.
Pembersihan dilakukan terhadap semak-semak, pohon-pohon rerumputan, sampah-sampah dll.

Pekerjaan pembersihan ini dilakukan sampai saluran lama terlihat bebas dari segala puing-puing dan tumbuhan liar.
Jika terdapat pepohonan yang berukuran cukup besar, maka dapat dilakukan penebangan sesuai izin dari Direksi.

Semua penebangan dan pembongkaran harus seijin Direksi dan dilaksanakan sampai kedalaman tanah 30 cm dibawah elevasi permukaaan tanah rencana.

Selanjutnya juga dilakukan pekerjaan tripping atau pengupasan lapisan permukaan tanah.

Pekerjaan pengupasan ini dilakukan untuk merapikan tanah yang sudah dilakukan pekerjaan perintisan. Pekerjaan ini dilaksanakan pada semua bidang areal pekerjaan dimana akan dilakukan pekerjaan timbunan.

Setelah lahan bersih maka areal yang akan ditimbun tersebut dikupas dengan mengunakan buldozer, besaran kupasan dengan tebal ± 20 cm atau sesuai spesifikasi teknik dengan persetujuan direksi pekerjaan.

Hasil kupasan dibuang dikanan kiri lokasi yang tidak mengganggu pekerjaan serta ada yang dibuang ke tempat pembuangan.

Type of Article : Update . . .
Share:

D A S (Daerah Aliran Sungai ) Paguyaman

Sungai Paguyaman merupakan sungai terbesar di Provinsi Gorontalo. Sungai ini mempunyai luas DAS lebih kurang 2.490 Km2 dengan kurang lebih 146 anak sungai. Panjang Sungai Paguyaman lebih kurang : 136,25 Km dengan kemiringan dasar sungai rata-rata 0,0018. 

Arah aliran sungai dari barat laut ke selatan dan bermuara di Teluk Tomini. Keberadaan DAS Sungai Paguyaman memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat, sehingga diharapkan Pemerintah dan Satuan Kerja terkait dapat memfokuskan kegiatan konservasi tanah dan air secara terpadu dan berkelanjutan pada pengamanan mata air Sungai Paguyaman.

Type of Article : Update. . .
Share:

Tuesday, November 27, 2018

Metode Pelaksanaan Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas

Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas
Dalam melaksanakan pekerjaan Pelebaran Jalan setiap tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan mulai dari awal sampai dengan akhir kegiatan di lapangan diusahakan tidak mengganggu arus lalu lintas. 

Aktivitas arus lalu lintas yang terhambat akibat adanya kegiatan proyek akan merugikan pengguna jalan raya. 
Agar dalam pelaksanaan pekerjaan tidak terjadi kerugian dipihak pengguna jalan, maka manajemen lalu lintas dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :

  • Menyiapkan perlengkapan keselamatan jalan selama periode kontruksi sesuai ketentuan.
  • Membuat rencana kerja manajemen lalu lintas sesuai schedule pekerjaan dan koordinasikan dengan seluruh personil yang terkait.
  • Mengatur secara tepat jadwal pelaksanaan setiap jenis pekerjaan di lapangan.
  • Memasang rambu-rambu di sekitar lokasi pekerjaan, dan menempatkannya secara tepat dan benar.
  • Menempatkan petugas pengatur lalu lintas untuk mengatur dan mengarahkan arus lalu lintas.

Peralatan Keselamatan Lalu Lintas

  • Rambu penghalang lalu lintas jenis plastik
  • Rambu peringatan
  • Peralatan komunikasi dan lainnya

Tenaga yang terdiri dari:

  • Pekerja
  • Koordinator


Pada saat pekerjaan, rambu-rambu diletakkan sepanjang daerah galian, tujuannya agar kendaraan atau orang tidak masuk atau terperosok ke dalam daerah galian. Rambu-rambu yang dipasang haruslah mempunyai cat dengan pantulan cahaya, guna menghindari kecelakaan di malam hari.

Type of Article : Update. . .

Share:

Metode pelaksanaan Galian Selokan Drainase dan Saluran Air

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Jalan DIVISI II :
Pekerjaan Galian Untuk Selokan Drainase dan Saluran Air


Pekerjaan galian tanah dilaksanakan setelah mendapatkan ukuran-ukuran yang tepat dan pasti dari hasil pengukuran dan pemasangan bouwplank, tanah hasil galian ditimbun tidak terlalu dekat dengan lubang galian supaya tanah galian tidak longsor kembali ke lubang galian. 

Item Pekerjaan ini dilakukan dengan menggunakan excavator dan alat bantu lainnya sesuai dengan gambar rencana. Hasil galian tanah dibuang keluar lokasi pekerjaan. 

dan sekelompok pekerja akan merapihkan hasil galian. Selama pelaksanaan pekerjaan galian diusahakan menyokong atau mendukung struktur di sekitarnya, yang jika tidak dilaksanakan dapat menjadi tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian tersebut.

Perluasan setiap galian terbuka pada setiap operasi dibatasi sepadan dengan pemeliharaan permukaan galian dengan cara mempertimbangkan akibat dari pengeringan, perendaman akibat hujan dan gangguan dari operasi pekerjaan berikutnya. 

Galian lainnya yang memotong jalan harus dilakukan dengan pelaksanaan setengah badan jalan sehingga jalan tetap terbuka untuk lalu lintas pada setiap saat. 

Semua galian terbuka diberi rambu peringatan dan penghalang yang cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh ke dalamnya, dan setiap galian terbuka jalur lalu lintas maupun bahu jalan diberi rambu tambahan pada malam hari berupa drum yang dicat putih beserta lampu merah atau kuning guna menjamin keselamatan para pengguna jalan.

Type of Article : Update . . .

Share:

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Residu Bitumen Skh.2.10.a.(13)

Metode Pelaksanaan pekerjaan Jalan SKh. 2.10.a.(13) Residu Bitumen.
Pada Divisi : Pemeliharaan Rutin Jalan

Penutupan retak pada perkerasan berpenutup aspal dapat dilakukan dengan laburan aspal dengan takaran yang sesuai spesifikasi teknis.

Residu bitumen harus didefinisikan sebagai bahan bitumen yang tetap tinggal setelah semua bahan pengencer (cutter oil) dan air menguap. Kadar residu bitumen harus ditentukan menurut petunjuk Direksi Pekerjaan dengan salah satu cara berikut : 
dengan pengujian destilasi; 
dari resep pabrik pembuatnya; 
dari nilai minimum bitumen residu yang disyaratkan oleh spesifikasi bahan yang sesuai.  

Pengukuran residu bitumen harus mencakup semua pekerjaan dan bahan yang berkaitan, termasuk pembersihan dan pemasokan, pengiriman dan penghamparan setiap jenis agregat penutup atau blotter bahan.

Type of Article : Update . . .

Share:

Metode Pelaksanaan Pengendalian Tanaman

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Jalan 
Skh. 2.10.a. (19) Pengendalian Tanaman 


Rumput dan tanaman yang dipotong atau dibersihkan dengan ketinggian 10 cm dari permukaan tanah. Bagian rumput/tanaman yang dibersihkan di wilayah ruang milik jalan yaitu disekitar patok-patok pengarah jalan, rambu-rambu lalu lintas, ujung saluran melintang jalan, bahu jalan, guardrails,  tiang – tiang lampu, median jalan yang ditinggikan, pulau-pulau untuk lalu lintas dan trotoar termasuk tepi deck jembatan.

Pekerjaan ini bertujuan untuk memperbaiki penampilan atau memperbaiki jarak pandang pada tikungan selama masa periode pelaksanaan. Selama periode pelaksanaan, akan dilakukan 8 kali pemangkasan atau pembersihan.

Rumput atau tanaman yang dibersihkan dibuang keluar lokasi dengan menggunakan mobil pick up dan tidak diperbolehkan untuk dibakar di lokasi yang dibersihkan.

Type of Article : Update. . .

Share:

Like On Facebook