Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Para Pembaca yang dirahmati Allah SWT, Kita sebagai manusia dalam kehidupan ini melewati setidaknya 5 fase alam yaitu 1, Alam Ruh, 2. Alam Rahim, 3. Alam Dunia, 4. Alam Kubur, 5. Alam Akhirat.
Jika saat ini kita sedang membaca artikel ini maka kita pada fase kehidupan di alam Dunia diamana setelah alam dunia ini kita semua mengtahui bahwa yang bernyawa/hidup pasti
akan mati (meninggalkan dunia ini) sebagaimana Firman Allah :كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
kullu nafsin za`iqatul-maut, wa nablụkum bisy-syarri wal-khairi fitnah, wa ilaina turja'un
Artinya : "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." (QS. Al-Anbiyaa : 35)
Jika dialam dunia ini kita diuji ketakwaan kita dengan nafsu dan cinta dunia, maka saat dialam kubur nanti kita akan mendapat pertanyaan dari malaikat Munkar dan Nakir sebagaimana sabda Rasulullah saw :
إِذَا قُبِرَ الْمَيِّتُ أَوْ قَالَ أَحَدُكُمْ أَتَاهُ مَلَكَانِ أَسْوَدَانِ أَزْرَقَانِ يُقَالُ لأَحَدِهِمَا الْمُنْكَرُ وَالآخَرُ النَّكِيرُ ، فَيَقُولَانِ : مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ ؟ فَيَقُولُ مَا كَانَ يَقُولُ : هُوَ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ ، أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . فَيَقُولانِ : قَدْ كُنَّا نَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُولُ هَذَا ، ثُمَّ يُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ سَبْعُونَ ذِرَاعًا فِي سَبْعِينَ ، ثُمَّ يُنَوَّرُ لَهُ فِيهِ ، ثُمَّ يُقَالُ لَهُ : نَمْ ، فَيَقُولُ : أَرْجِعُ إِلَى أَهْلِي فَأُخْبِرُهُمْ ، فَيَقُولَانِ : نَمْ كَنَوْمَةِ الْعَرُوسِ الَّذِي لا يُوقِظُهُ إِلا أَحَبُّ أَهْلِهِ إِلَيْهِ حَتَّى يَبْعَثَهُ اللَّهُ مِنْ مَضْجَعِهِ ذَلِكَ .وَإِنْ كَانَ مُنَافِقًا قَالَ : سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ فَقُلْتُ مِثْلَهُ لا أَدْرِي . فَيَقُولَانِ : قَدْ كُنَّا نَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُولُ ذَلِكَ ، فَيُقَالُ لِلأَرْضِ : الْتَئِمِي عَلَيْهِ ، فَتَلْتَئِمُ عَلَيْهِ ، فَتَخْتَلِفُ فِيهَا أَضْلاعُهُ ، فَلا يَزَالُ فِيهَا مُعَذَّبًا حَتَّى يَبْعَثَهُ اللَّهُ مِنْ مَضْجَعِهِ ذَلِكَ ) والحديث حسنه الألباني في صحيح الترمذي
Artinya: "Apabila mayat atau salah seorang dari kalian sudah dikuburkan, ia akan didatangi dua malaikat hitam dan biru, salah satunya Munkar dan yang lain Nakir. Keduanya berkata, 'Apa pendapatmu tentang orang ini (Nabi Muhammad)?', maka ia menjawab sebagaimana ketika di dunia, 'Abdullah dan Rasul-Nya, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah'. Keduanya berkata, 'Kami telah mengetahui bahwa kamu dahulu telah mengatakan itu'. Kemudian kuburannya diperluas 70 x 70 hasta, dan diberi penerangan, dan dikatakan: 'Tidurlah'. Dia menjawab: 'Aku mau pulang ke rumah untuk memberitahu keluargaku'. Keduanya berkata, 'Tidurlah, sebagaimana tidurnya pengantin baru, tidak ada yang dapat membangunkannya kecuali orang yang paling dicintainya, sampai Allah membangkitkannya dari tempat tidurnya tersebut".
berikut adalah 6 pertanyaan yang kelak diajukan kedua malaikat Allah yaitu (Munkar dan Nakir)
1. Man rabbuka? (Siapa Tuhanmu?)
Terhadap pertanyaan pertama yakni من ربك (siapa Tuhanmu) maka jawabannya adalah : الله ربي (Allah Tuhanku)
2. Man dinuka? (Apa agamamu?)
Terhadap pertanyaan kedua, yakni ما دينك (apa agamamu) maka Insya Allah jawabanny adalah : الاسلام ديني (Islam agamaku)
3. Man nabiyyuka? (Siapa Nabimu?)
Terhadap pertanyaan ketiga, yakni من نبيك (siapa Nabimu) maka jawabannya adalah : محمد نبي (nabiku Muhammad SAW)
4. Ma kitabuka? (Apa kitabmu?)
Terhadap pertanyaan keempat, yakni ما كتابك - (Apa kitabmu,) maka jawabannya adalah : القران كتابي – Kitabku Al-Qur’an,
5. Aina qiblatuka? (Di mana kiblatmu?)
Terhadap pertanyaan kelima, yakni اين قبلتك (di mana kiblatmu) maka jawabannya adalah : الكعبة قبلتي (Ka’bah kiblatku)
6. Man ikhwanuka? (Siapa saudaramu?)
Terhadap pertanyaan keenam, yakni من إخوانك (siapa saudara-saudaramu), maka jawabannya adalah : المسلمون والمسلمات إخواني (kaum muslimin dan muslimat saudara-saudaraku).
Dari 6 pertanyaan di dalam kubur yang meliputi: siapa Tuhanmu, apa Agamamu, siapa Nabimu, apa Kitabmu, dimana Kiblatmu, dan siapa saudara-saudaramu. Orang-orang yang senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, apalagi dengan berjamaah di masjid, sudah pasti tidak akan mengalami kesulitan menjawab semua pertanyaan tersebut. Kesuksesan menjawab semua pertanyaan itu menjadi penentu kesuksesan-kesuksesan berikutnya apakah seseorang akan masuk ke surga atau ke neraka. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang senatiasa dimudahkan dalam menghadapi semua pertanyaan di alam kubur.
Amin ya rabbal alamin.
